Perpustakaan Al-Hikmah

MAN Paser

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Negeri 5 Menara
Penanda Bagikan

Text

Negeri 5 Menara

Ahmad Fuadi - Nama Orang;

Alif lahir dan tumbuh besar di pinggir Danau Maninjau dan seumur hidupnya, ia tidak pernah menginjakkan kaki pada tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dipenuhi dengan petualangan berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di segarnya air Danau Maninjau. Hingga saat ini, dimana tiba-tiba saja dia harus naik bus dan menyebrang dengan kapal dengan total perjalanan tiga hari tiga malam lamanya ia melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantra” sakti man jadda wajada (barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil). Ia dibuat terheran-heran mendengar komentator sepak bola berbahasa Arab, anak mengigau dalam Bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa yang menjadikan mereka sebagai 6 sekawan yang tak terpisahkan. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke penghujung waktu. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.


Ketersediaan
#
My Library (Kesusastraan) 813 FUA n
8117
Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada 2026-03-05)
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 FUA n
Penerbit
Jakarta : PT GRAMEDIA., 2009
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-22-4861-6
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
volume
Edisi
cet.2
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Al-Hikmah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Al Hikmah MAN Paser

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?