Cerpen "Burung Sangkar Langit' sangat menyentuh rasa kemanusiaan kita. Pengarang merajut cerpen yang menarik meski persoalan yang ditampilkan sepele raibnya burung tekukur (Pamusuk Eneste, penyunting sastra) Membaca cerpen Aant Kawisar seperti menonton sebuah film. Deskripsinya adalah shot-shot puitis yang membuat rasa ingin tahu pembacanya. Cerpen "Monumen Jenderal Kadir" dan "Burung San…