Text
Kepiting Uca di Hutan Mangrove Indonesia : Tinjauan Aspek Biologi dan Ekologi untuk Eksplorasi
Pengetahuan tentang sumber daya hayati pesisir, khususnya ekosistem Mangrove, sangat dibutuhkan baik oleh ilmuwan, praktisi, dosen, maupun masyarakat umum peminat bidang biologi dan ilmu kelautan. Pusat Penelitian Biologi LIPI sebagai otoritas keilmuan di bidang biologi dan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI di bidang biologi kelautan menaruh perhatian besar untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan memublikasikannya dalam bentuk buku dan majalah ilmiah. Sampai saat ini informasi tentang kepiting Uca yang berasosiasi dengan ekosistem Mangrove sangat sedikit. Satu-satunya buku yang mengulas tentang kepiting Uca ditulis oleh Crane (1975) dengan judul Fiddler Crabs of the World dan hanya dapat dimengerti oleh ilmuwan yang tertarik di bidang Krustasea, khususnya Dekapoda. Sampai Saat ini, buku tersebut menjadi buku acuan utama dalam penelitian Uca di Indonesia. Buku yang diterbitkan ini merupakan hasil observasi mengacu pada beberapa referensi, terbaru sehingga dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam penelitian kepiting Uca.
Sebagian besar hasil penelitian tentang Uca dilakukan oleh peneliti asing, Aspek-aspek yang diteliti meliputi taksonomi, reproduksi, perilaku, zoogeografi, ekologi, dan perkembangan. Peneliti Indonesia yang melakukan penelitian kepiting Uca masih teri)atasl dan hanya terfokus pada aspek ekologi. Sementara itu, informasi 'tentang bioekologi kepiting Uca di Indonesia sangat dibutuhkan. Mengingat hal tersebut, kami mendukung penulis untuk menerbitkan buku tentang Uca dengan materi yang padat disertai dengan gambar dan foto berwarna sehingga mudah dimengerti dan dapat memberi gambaran yang jelas kepada pembaca.
Popularitas Uca sebagai kepiting non komersial ili 'Indonesia semakin diabaikan akibat fokus penelitian yang bergeser pada jenis kepiting Mangrove lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di luar negeri, kepiting Uca sangat, populer sebagai binatang peliharaan (pet) yang unik. Kondisi ini memicu masyarakat setempat untuk mempelajari perilaku dan fungsi ekologi kepiting yang dikenal sebagai fiddler crabs sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian fauna Mangrove. Sementara di Indonesia, tidak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan kepiting tersebut di dalam ekosistem Mangrove, terlebih manfaatnya untuk ekosistem.
Tidak tersedia versi lain