Text
Capung Sumba
Cetakan pertama buku Capung Sumba terbit pada tahun 2016 yang juga merupakan awal penggabungan antara Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti. Pada tahun 2015, pengumpulan data dilakukan di kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti sampai buku siap untuk diterbitkan kemudian terjadi penggabungan dua Kawasan Konservasi yang berada di Sumba. Para pihak yang terlibat dalam penyusunan dan pengumpulan materi Capung Sumba tanpa dilengkapi data kawasan Manupeu Tanah Daru, bersepakat untuk tidak menunggu sharing informasi melalui terbitnya buku Capung Sumba cetakan pertama.
Cetakan kedua buku ini diterbitkan dengan perubahan sampul dengan tampilan yang lebih fresh dengan menambahkan catatan data hasil survei pada kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Keragaman jenis yang berhasil dicatat menjadi penting karena dari dua kawasan konservasi di pulau Sumba tersebut terdapat perbedaan tipe habitat. Di kawasan Laiwangi Wanggameti terdapat habitat pada ketinggian di atas 1000 mdpl sementara di kawasan Manupeu Tanah Daru tidak terdapat habitat di ketinggian tersebut. Sebaliknya, terdapat habitat pantai dikawasan Manupeu Tanah Daru sedangkan di kawasan Laiwangi Wanggameti tidak terdapat habitat capung di ekosistem tersebut.
Buku pada cetakan ini terdapat penambahan jumlah yang didiskripsikan disertai foto yang mungkin dapat memicu rasa ingin tahu para penggiat satwa liar untuk datang langsung ke Taman Nasional Matalawa. Pada cetakan cetakan kedua ini menyajikan 48 spesies bertambah 6 spesies dari cetakan sebelumnya. Semoga penerbitan buku ini bermanfaat untuk masyarakat luas pada umumnya dan khususnya para pemerhati capung di seluruh nusantara.
Tidak tersedia versi lain