Text
Merah membara di langit Bontang
Saat ini bangsa Indonesia sedang giat membangun. Modal dasar yang dipergunakan untuk menggerakkan roda pembangunan, antara lain kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia.
Apabila kita kaji lebih mendalam, tidak semua sumber daya alam dapat diperbarui, misalnya gas alam, minyak bumi, batu bara, timah, dan mineral lainnya. Bahkan sumber daya alam yang dapat diperbarui sekalipun apabila penggunaannya tidak selektif dan bertanggung jawab, hasilnya akan membahayakan kehidupan manusia di muka bumi.
Memang kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari sumber daya alam. Artinya selama manusia masih hidup, mereka akan tetap membutuhkan sumber daya alam, seperti air, kayu, gas alam, minyak bumi, dan tanah.
Dengan demikian, betapa penting cara manusia memanfaatkan lingkungan hidup. Kekayaan alam seperti tanah, air, sungai hutan, barang-barang tambang, dapat diolah manusia yang bertanggung jawab sehingga kekayaan alam dapat dimanfaatkan terus-menerus dari generasi ke generasi. Alam bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan untuk anak cucu kita
Bagi bangsa Indonesia, manusia dan alam adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Alam Indonesia yang membentang di daerah khatulistiwa telah ditakdirkan Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi alam dengan ribuan bahkan jutaan spesies tumbuhan dan merupakan untaian zamrud khatulistiwa yang tidak ada taranya di dunia.
Namun, semua itu tinggal kenangan, karena kerusakan hutan kita sudah sangat parahnya karena ulah perambah hutan, pemilik HPH yang tidak konsekuen dengan aturan, pembukaan lahan pertanian, maupun karena bencana kebakaran hutan yang setiap tahun terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Akibat dari penebangan hutan maupun kebakaran hutan itu sendiri telah membawa bencana bagi bangsa kita. Dalam beberapa waktu terakhir kerap kali kita mendengar dan menyaksikan bencana banjir di mana-mana.
Keserakahan dan kerakusan memanfaatkan alam akan menimbulkan dampak yang sangat luas, seperti hilangnya kesuburan tanah, tercemarnya air sungai, gundulnya hutan-hutan, erosi, banjir serta terganggunya flora dan fauna. Sebagian besar kerusakan alam ini karena ulah manusia yang terlalu egois mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kelestarian alam
Setiap kegiatan pembangunan selalu merupakan sebuah kegiatan perubahan, dan sebuah perubahan akan juga mengakibatkan perubahan keterkaitan dengan lingkungannya. "Melestarikan keserasian lingkungan yang dinamis" adalah wawasan yang dianut dalam pembangunan dan pengelolaan Kilang LNG Badak, di Bontang, Kalimantan Timur.
Akhirnya keadaan alam yang serba unik dan khas itu mendorong masyarakat Indonesia mengenal perikehidupan yang serba selaras dengan alam. Ciri bangsa seperti itu patut dilestarikan. Dengan demikian, lingkungan sosial yang berkembang memiliki ciri keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam diri manusia dan masyarakat baik dalam hubungan manusia dengan sesama, manusia dengan lingkungan, dan manusia dngan Tuhan sebagai pencipta
Tidak tersedia versi lain