Text
Timor Timur Menyerang Indonesia
Pilihan rakyat Timor Timur untuk memisahkan diri dari Indonesia pada 30 Agustus 1996 sudah final. Mereka memilih merdeka dan berdaulat.
Sebagian analisis sejarah menunjukkan bahwa kemerdekaan yang mereka raih adalah buah dari perjuangan bersenjata dan diplomasi elit politik. Xanana Gusmao menjadi simbol dari perjuangan bersenjata (klandestein), sedangkan Ramos Horta dicatat sebagai pelobi dukungan masyarakat internasional. Militer dan aktivitas politik dianggap sebagai jalan utama meraih kemerdekaan.
Penulis buku ini sangat kritis. Ia secara cekatan menangkap celah kelemahan analisis itu. Pasti ada elemen lain yang punya andil besar perjuangan kemerdekaan rakyat Timor Timur. Dan, lewat penelurusan canggih lagi cermat, ia menemukan 'pejuang lain itu hacker activist-hacktivist! Mereka berjuang di dunia maya, lewat jalur internet yang tintas batas itu. Mereka memobilisasi teknologi sedemikian rupa sehingga, seperti bola salju, bergulirlah semangat luar biasa untuk melawan kesewenang-wenangan pemerintah Indonesia. Teknologi telah memungkinkan lahirnya revolusi baru!
Tidak tersedia versi lain