Text
Menjadi Teman Baik
Manusia adalah makhluk yang hidup dalam kolektif. Oleh karena itu, sebenarnya pengetahuan tentang azas-azas hidup kolektif dapat dipelajari pada setiap makhluk hidup walaupun masih terdapat suatu perbedaan yang sangat dasar antara kehidupan kolektif binatang dan kehidupan kolektif manusia. Perbedaan itu terdapat pada sifat naluri binatang dalam pembagian kerja, aktivitas kerja sama, dan komunikasi dalam kehidupan kolektif. Sifat naluri binatang merupakan suatu kemampuan yang tidak terencana dan terkandung dalam gen jenis binatang yang bersangkutan.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, manusia sudah disebut sebagai makhluk sosial.
Sekuat dan sehebat apa pun manusia, ia tidak bisa hidup sendirian dan menyepi. Walau sebagus dan semewah apa pun tempat yang ia miliki, sebanyak apa pun hartanya, la tetap manusia yang secara fitrah membutuhkan teman untuk membagi rasa.
Seseorang akan senang berteman dengan teman yang sesifat dengannya. Boleh dikata, teman adalah cermin hidup kita. Apa yang dilakukan teman kita, pasti juga menuntut diri kita untuk melakukannya. Begitu juga sebaliknya. Apa yang disukai teman kita pasti juga menuntut kita untuk menyukainya.
Teman yang baik merupakan teman yang diinginkan oleh semua orang. Teman yang baik tidak dapat didefinisikan atau dicari ciri-cirinya secara tepat. Bagaimana caranya menjadi teman yang baik? Apa saja nilai persahabatan? Bagaimana pula cara membinanya? Anda dapat menemukan jawabannya dalam buku ini!
Tidak tersedia versi lain