Text
Green Beret
nggota pasukan SF memiliki kemampuan dan pelatihan di atas rata-rata pasukan biasa: IQ di atas rata-rata. mampu mengambil keputusan penting dengan cepat, mudah beradaptasi dengan medan tempur yang baru. dan memiliki mental baja. Mereka dilatih menjadi penyergap, pengintai, dan penyerang yang andal lewat latihan-latihan ekstra berat. Peluang kelulusannya 1 dibanding 100.
Presiden J.F. Kennedy tahu kemampuan mereka. Karena itu dia memerintahkan agar pasukan SF segera diberangkatkan ke Vietnam untuk mengatasi gerilyawan Viet Cong.
Apakah tugas penting prajurit SF dalam Perang Vietnam? Benarkah citra mereka seperti John Rambo dalam film Rambo? Benarkah di antara mereka sendiri terjadi persaingan yang tajam? Bagaimana gambaran kehidupan mereka selama Perang Vietnam?
Buku ini menjawab semua pertanyaan di atas dengan fakta-fakta yang menarik. Ditampilkan pula foto-foto dokumenter dan gambar-gambar berwarna yang menawan.
Efektivitas suatu detasemen SF kerap ditentukan oleh kepribadian anggotanya. Apabila dalam operasi oleh Kamp A dan aktivitas SF lainnya terdapat petunjuk yang memiliki batas tertentu, tidak demikian halnya dengan operasi sehari- hari yang tidak memiliki doktrin resmi. Di Vietnam, yang ada hanyalah "kearifan lokal", dan apa saja yang bisa didapat untuk menjadi solusi terbaik dalam situasi tertentu. Kebijaksanaan, penggantian, upaya-upaya darurat yang kreatif, dan sifat banyak akal adalah hal yang biasa. Memang terdapat kesamaan yang tak terelakkan antar-kamp, namun terdapat sangat banyak perbedaan dalam rutinitas.
Buku ini akan berfokus pada pengalaman pasukan SF yang tergabung dalam kamp pasukan penyerang. Misi-misi Special Forces yang lebih glamor,
Tidak tersedia versi lain