Text
Berbagi rezeki ke tanah suci
Menunaikan ibadah haji dan umrah adalah sesuatu yang sangat diharapkan bisa dikerjakan oleh seluruh kaum muslim. Selain karena diwajibkan oleh Allah Swt., dalam rukun Islam kelima, mengunjungi Baitullah (Rumah Allah), yaitu Kakbah dan mengunjungi kekasih Allah Rasulullah saw., di Masjid Nabawi merupakan ungkapan kecintaan dan ketaatan kita umatnya kepada Allah Swt., dan Rasul-Nya Nabi Besar Muhammad saw.
Sebagaimana firman Allah Swt., dalam Surah Al-Maa idah Ayar 97:
Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia."
Allah juga menyampaikan dalam Surah Al-Hajj Ayat 29:
"Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka, menyempurnakan nazar-nazar, dan hendaklah mereka melakukan tawaf di sekeliling rumah tua itu (Kakbah)
Maka, berduyun-duyunlah seluruh kaum muslimin muslimat dari berbagai belahan dunia mengunjungi rumah Allah ini sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt., bertobat dan memohon ampunan-Nya.
Namun, banyak faktor yang membuat tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut, misalnya ketiadaan dana, kurangnya ilmu, atau kesehatan yang kurang baik.
Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah meng anugerahkan kesempatan kepada saya dan keluarga untuk ke Baitullah memenuhi panggilan-Nya dan mengunjungi Rasulullah saw.
Dengan kemampuan terbatas, bagaimana caranya agar pem- baca dan seluruh keluarga besar dapat kesempatan menunaikan ibadah haji dan umrah? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya bermaksud berbagi ilmu kepada para pembaca semuanya. Dalam buku ini, diceritakan bagaimana awal mula saya memulai usaha travel haji dan umrah. Dengan bekal yang serba-terbatas, saya terus melangkah setapak demi setapak menelusuri perjalanan usaha travel haji umrah. Halangan dan rintangan, suka dan duka, tentu saja mengiringi perjalanan ini. Niat yang tulus dan senantiasa istiqomah akan menuntun kita ke jalan yang dimudahkan Allah Swt.
Berangkat haji dan umrah adalah cita-cita dan impian bagi kaum muslim untuk menunaikannya. Selain karena diwajibkan oleh Allah Swt., dalam rukun Islam kelima mengunjungi Baitullah (Rumah Allah) dan mengunjungi kekasih Allah Rasulullah saw, di Masjid Nabawi merupakan ungkapan kecintaan dan ketaatan kita umatnya kepada Allah Swt., dan rasul-Nya Nabi Besar Muhammad saw. Namun, karena faktor ketiadaan dana, kurangnya ilmu, dan kesehatan yang kurang baik, tidak semua orang dapat melakukannya.
Di buku ini, insya Allah pembaca akan mendapatkan ilmu pengeta- huan praktis tentang cara menunaikan ibadah haji ataupun umrah dengan segala keterbatasan dana. Bahkan, pembaca dapat menerus- kannya menjadi usaha travel haji dan umrah hingga nantinya bisa mewujudkan mimpi menjadi kenyataan: memberangkatkan keluarga besar kita tercinta-istri, anak, ayah, ibu, dan sebagainya, untuk ber- ibadah haji dan umrah
Tidak tersedia versi lain