Text
Hola Spanyol
Bak tereliminosi dari kontes nyanyi di TV, saya melangkah gontai meninggalkan pelataran bandara. Dengan terkantuk kantuk, saya seret kaki ini sambil menggerutu sebal. Niat hati pengin berhemat biaya penginapan, eh malah apes begini, diusir keluar tengah malam buta!
Saya terus berjalan sambil celingak-celinguk mencari spot yang memungkinkan untuk tidur. Tapi, setelah berjalan sejauh lebih dari satu kilometer, saya makin jarang menemukan bangunan. Semua hanyalah lahan yang gelap dan sunyi. Kota terasa begitu jauh, cahaya lampu keramaian juga sama sekali tak terlihat. Benar-benar seperti terdampar di antah berantah.
"Ibiza! Elo jahat banget sih, sama queee!" umpat saya untuk kesekian kalinya
Buku kedua seri perjalanan I'm Not a Backpacker ini bakal mengajak kamu berkeliling tujuh kota ketjeh di negara Flamenco yang super eksotis di selatan benua Eropa ini. Hola Spanyol! siap menerbangkan kamu untuk bertemu Gaudi di Barcelona, berleha-leha di Ibiza, belanja sampai "durhaka" di Madrid, berimajinasi di negeri dongeng Segovia, nyasar di lorong-lorong "sinting" Sevilla, terpekur di kota tua Cordoba, dan menikmati paras cantik Granada.
Ada lebih banyak drama dan tentunya bertabur bumbu-bumbu petualangan ceria! Kamu nggak mau ketinggalan, kan? Ayo, buruan giring bukunya ke kasir sekarang juga!
Spanyol memang beda! Saya setuju banget dengan kutipan itu Bayangkan, ketika hampir seluruh daratan Eropa menggigit pada musim dingin, mentari Spanyol tetap bersinar cerah meriah, meski angin kencang kadang bertiup dengan bandel Ketika sebagian besar warga negara tetangga memilih berjalan cepat dan berpapasan dalam diam serta tak acuh. orang-orang Spanyol cenderung suka menyapa atau disapa. meski sekadar basa-basi singkat
Spanyol punya banyak keunikan yang membuat saya betah berlama-lama menyusuri setiap jengkal kotanya. Banyak hal yang membuat saya amnesia, lupa waktu, lupa pulang, bahkan nggak pengin pulang! Sebut saja kelezatan kulinernya yang autentik, baik cita rasa maupun penampilannya, atau keragaman budayanya yang nggak hanya kaya warna, tapi juga kaya makna. Bangunan-bangunan warisan sejarah lintas masa, lintas penguasa, berikut hasil akulturasi antarbangsa yang nggak hanya bisa ditemui di produk ide, tapi juga manusianya.
Lewat buku ini, saya mengajak kamu bertualang ke negara favorit saya itu. Negara yang membuat saya kembali untuk kedua kalinya, dan mungkin entah kapan untuk ketiga kalinya atau bahkan kesekian kalinya
Tidak tersedia versi lain