Text
A Beautiful Wedding
AKU bisa merasakan sesuatu itu datang: kegelisahan yang makin lama makin besar dan terus mengganggu seolah ada sesuatu menjalar di balik kulitku. Makin kucoba meng- abaikan perasaan itu, rasanya makin tidak tertahankan-se- perti gatal yang harus digaruk, seperti teriakan yang meng- gelegak ke permukaan. Ayahku pernah berkata, desakan untuk melarikan diri saat situasi memperlihatkan gejala ku- rang menguntungkan rasanya bagaikan gelenyar. Mekanis me pertahanan diri seperti ini melekat pada keluarga Abernathy. Firasat itu menghampiriku beberapa saat sebe- lum kebakaran terjadi, dan mendatangiku lagi sekarang.
Ketika duduk di kamar Travis, hanya beberapa jam se- telah kebakaran, jantungku berdebar kencang dan otot-otot- ku seperti terpilin. Firasat menarikku ke pintu dan menyu- ruhku angkat kaki, kabur, ke mana saja; jangan bertahan di sini. Tetapi, untuk pertama kali dalam hidupku, aku tidak ingin pergi sendiri. Aku hampir tidak bisa memusatkan per- hatian pada suara yang kusayangi itu, yang mengatakan betapa dia takut kehilanganku, dan betapa dia sudah hampir menyelamatkan diri sendiri ketika kemudian memutus kan berlari ke arah berlawanan, ke arahku. Banyak sekali korban tewas, sebagian di antaranya orang-orang tidak ku kenal dari State, tapi sebagian lagi pernah kulihat di kafe. teria, di kelas, atau di pertarungan-pertarungan sebelumnya
Kami berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran dan sekarang hanya berdua di apartemen ini, mencoba men- cerna semua yang terjadi. Kami takut, merasa bersalah tentang semua korban meninggal, karena kami masih hi- dup. Paru-paruku seperti dipenuhi jaring laba-laba dan api, dan aku tidak bisa menghalau bau anyir kulit terbakar dari hidungku. Bau itu melekat kuat. Meskipun aku sudah man- di, bau itu masih tercium, bercampur wangi mint dan laven- der sabun yang kupakai untuk membersihkannya. Aku juga tidak bisa melupakan suara-suara di tempat kejadian. Leng- kingan sirene, suara ratapan, celotehan khawatir bercampur cemas, dan jeritan orang-orang yang tiba di tempat kejadian lalu mengetahui teman mereka masih di dalam gedung. Semua orang terlihat sama: berlepotan jelaga, memperlihatkan ekspresi bingung dan putus asa yang sama. Sungguh mimpi buruk
Tidak tersedia versi lain