Text
Da'i Selebriti
MENJADI DAI
alias juru dakwah agama tidaklah mudah.Selain harus menyerukan kebenaran, dai juga dituntut siap menjadi contoh dari nilai-nilai yang didakwahkan. Semua keseharian dai akan menjadi sorotan, perhatian, teladan, dan bahkan menjadi panutan masyarakat.
Dai adalah penerus perjuangan para nabi (warasatul anbiya), perjuangan untuk menyerukan kebenaran, perjuangan untuk menegakkan jaran Islam.
Di tangan para dai masa depan umat Islam dipertaruhkan. Namun bagaimana masa depan umat lslam bila para dai yang muncul adalah dai yang gemar memburu kesenangan dan kenikmatan sesaat? Sekarang, banyak da'i yang gila harta, mematok tarif selangit ketika dimintai nasihat, menjadi juru kampanye dan bahkan mendirikan partai, rajin tampil di televisi, menjadi bintang iklan dan main sinetron.
Ada lagi doi yang lahir karena audisi di televisi, dipilih melalui SMS. Mereka dicetak dalan waktu yang amat singkat. Tujuan utamanya juga bukan untuk mencetak da'i, melainkan membuat hiburan dengan selubung dai.
Antara da’i dan selebriti sekarang ini hampir tidak ada bedanya. Buku ini tidak dimaksudkan untuk mengolok-olok, menjelek-jelekkan, atau membuka aib dan borok da'i.Buku ini hanya berusaha mengajak pembaca untuk merenung sejenak tentang keanehan-keanehan kehidupan di era sekarang, khususnya kehidupan para da'i.
Tidak tersedia versi lain