Text
Menghapus Dosa Sebesar Gunung
MENGHAPUS POSAL SEBESAR GUNUNG MUNGKINKANS
"Katakanlah, 'Hai, hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.""
(QS. az-Zumar: 53)
Manusia tempatnya salah dan lupa. Kesalahan ucapan dan perbuatan bisa mendatangkan dosa. Namun, sebesar apapun dosa yang pernah dilakukan, asalkan mau bertobat dengan sungguh- sungguh, maka Allah pasti mengampuni!
Kita bisa belajar tobat dari Uje. Buku kecil ini insya Allah menuntun kita untuk bertobat, meruntuhkan gunung
dosa yang ada.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan hanya kepada Allah- lah kami kembali). Dibarengi rasa kaget, kalimat itu terucap di mana-mana, saat tersebar berita wafatnya ustad Jeffry al Buchori atau yang biasa disapa Uje. Ribuan orang dengan haru mengiringi jenazah Uje menuju Masjid Istiqlal untuk dishalatkan. Gemuruh tahlil dan takbir menyambut kedatangan jenazah di dalam masjid. Sesekali terdengar isak tangis di antara ribuan orang yang menyambut. Para jamaah yang hadir berdesak-desakan berebut untuk memegang keranda Uje sebagai ekspresi rasa kehilangan yang mendalam.
"Allahu Akbar! Allahu Akbar!" pekik takbir ber- kumandang saat jenazah tiba di pemakaman. Gema sha- lawat dan jerit tangis mengiringi jenazah masuk ke liang lahat. Begitu banyak warga yang berduka, bahkan hingga hari-hari berikutnya, warga masih silih berganti ber- datangan ke makam untuk mendoakan sosok ustad yang kharismatik, sederhana, menyenangkan, dan dianggap sebagai ikon manusia yang bertobat. Tidak hanya di Jakarta, di seluruh pelosok nusantara pun masyarakat melakukan shalat Gaib dan mendoakan Uje.
Banyak mata terheran-heran, di balik rasa kagum terselip perasaan "iri" akan seremoni yang terjadi, siapa Uje sebenarnya? Mengapa ia begitu disanjung?
Tidak tersedia versi lain