Text
I am Malala
I am Malala
GADIS KECIL DITEMBUS PELURU DEMI SEKOLAH
S aya bersyukur bisa meresapi kisah Malala Yousafzai, yang kepala dan lehernya ditembus timah panas demi memperjuangkan hak pendidikan perempuan. Keberanian dan niat tulusnya sungguh menyentuh hati dan mengobarkan semangat.
Sejatinya, buku ini adalah memoar tentang kehidupan Malala Yousafzai, gadis kecil pejuang pendidikan. Namun, karena tak mudah mendapat riwayat gadis Pakistan ini secara utuh dari jarak jauh, akhirnya buku ini menjadi sketsa kehidupannya saja. Oleh karenanya, buku ini tentunya masih jauh dari sempurna. Buku ini ditulis dengan tujuan untuk memotivasi anak-anak dan orangtua di Indonesia agar tidak mudah berputus asa, khususnya untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya, apa pun tantangan dan kendalanya. Keberanian, kegigihan, dan semangat pantang menyerah Malala patut dijadikan contoh dan teladan
"Malala menjadi simbol kebaikan yang ada dalam diri kita, Karya yang dia kerjakan jauh lebih mulia di hadapan Tuhan dibandingkan yang dilakukan para teroris yang mengatasnamakan agama. Kami akan melanjutkan pekerjaannya yang cemerlang itu. Malala merupakan gadis yang luar biasa dan patut dibanggakan oleh rakyat Pakistan."
-Asif All Zardari, Presiden Pakistan
"Di mana Malala? Yang mana di antara kalian yang bernama Malala? Katakan atau kutembak kalian semua!" Teriak seorang laki-laki bersenjata di bus yang membawa pulang anak-anak sekolah di Mingola, Pakistan. Dalam hitungan menit, timah panas bersarang di kepala dan leher Malala.
Peristiwa tersebut menggegerkan dunia. Malala Yousafzai, gadis usia 14 tahun ditembak oleh Taliban, kelompok Islam garis keras, karena kegigihannya memperjuangkan pendidikan untuk anak perempuan di Lembah Swat, Pakistan.
Buku ini merangkum berbagai informasi mengenai sepak terjang Malala, jauh sebelum insiden penembakan hingga perjuangan terkini si 'Bunga Jagung".
Tidak tersedia versi lain