Text
Rahasia Kaya
Salah satu fitrah manusia adalah selalu ingin lebih dari sekadar ukuran kebutuhannya. Untuk me- wujudkan keinginan, maka nilai tukar yang paling universal adalah uang. Kemudian orang yang memiliki banyak uang atau harta yang bisa dinilai dengan uang akan disebut kaya, orang dengan keadaan sebaliknya akan disebut miskin.
Kata bijak mengatakan orang kaya adalah mereka yang terpenuhi sebagian besar kebutuhannya. Sebaliknya, orang miskin adalah mereka yang selalu merasa kurang, seberapa besar pun harta yang dimilikinya.
Dalam buku ini disampaikan dengan sedemikian meng- alir hakikat mendapatkan uang yang tidak semata-mata melalui membangun kerajaan bisnis, tetapi juga melalui cara pandang lain yang lebih filosofis dan bermakna da- lam mengisi kehidupan pebisnis itu sendiri. Dalam hitungan kasar, hampir dua pertiga umur manusia dan lebih dari sepertiga waktunya dipergunakan untuk mengabdi agar menjadi kaya, terpenuhi kebutuhannya, dan lebih disyukuri terpenuhi keinginannya.
Untuk menjalani waktu yang tidak sebentar itu diperlu- kan sugesti untuk memandang kekayaan lebih dari seka- dar memiliki uang. Karena cara pandang tersebut akan menyebabkan orang, baik yang sudah memiliki maupun dalam tahapan mengumpulkan akan tetap merasa dalam kondisi kurang.
QS Al-Jumu'ah ayat 10 menyebutkan, "Maka apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung". Ayat tersebut dapat dimaknai agar manusia mencari kemurahan Allah dengan tetap bersandar pada akhirat. Dengan demikian manusia da lam mengumpulkan kekayaan, tidaklah akan seperti bi- natang yang fokusnya hanya pada diri dan makanan yang diincarnya.
Semoga buku ini menginspirasi banyak orang yang mem bacanya, bahwa selain terdapat 100 macam cara berbis nis, juga terdapat 100 macam alasan untuk menjadikan bisnis sebagai alasan yang bermanfaat bagi sesama dan alam sekitarnya
Tidak tersedia versi lain