Text
Sepak Terjang 10 Wanita Pemburu Hantu
Dalam sebuah penelitian psikologi, dikatakan bahwa dalam hal kepercayaan terhadap paranormal dan supernatural, wanita lebih berusaha menguatkan keyakinannya. Tetapi, bukan berarti mereka kurang intelek. Berdasarkan survei analisis statistik terbaru yang dimuat dalam Cognitive Neuroscinese Journal, secara natural wanita belajar dari waktu ke waktu tentang keyakinannya terhadap hal-hal berbau paranormal (www.tokenskeptic.org).
Sudah bukan rahasia lagi, stereotip wanita di masyarakat masih seputar makhluk yang lemah, perasa, dan emosional. Wanita juga dianggap sebagai makhluk yang percaya tahayul, mungkin itu sebabnya banyak majalah wanita selalu menampilkan rubrik zodiak disetiap edisi. Meski begitu tak sedikit wanita yang mampu tampil perkasa, tak kenal takut, bahkan mampu berpikir logis. Seperti halnya wanita-wanita dalam buku ini. Bayangkan, stiuasi yang mereka hadapi bukanlah situasi biasa. Ancaman yang dihadapi bukanlah dalam bentuk fisik, tetapi makhluk nonfisik. Mereka dikenal sebagai pemburu hantu.
Jika dalam konsisi biasa kita lebih memilih menghindari tempat-tempat menyeramkan, kesepuluh wanita ini justru mendatanginya. Makhluk halus yang keberadaannya tidak sembarang orang bisa merasakan atau melihat, mampu mereka deteksi dan bahkan mereka atasi. Kemampuan beberapa dari mereka kemudian menjadi atraksi bagi pemirsa televisi karena sebagian besar ditampilkan sebagai reality show di berbagai stasiun telebisi dan layar lebar. Sebagian lagi menggunakan kemampuannya untuk menolong sesama di lingkungannya sendiri, tanpa ada minat menonjolkan diri. Ada pula yang lebih menekankan penelitian ilmiah ketika mencoba mencari penjelasan atas berbagai fenomena gaib. Satu kesamaan dari mereka adalah keyakinan mereka yang begitu kuat hingga mengalahkan ketakutan.
Melalui mata kesepuluh wanita ini, kita akan menjadi tahu bahwa ketakutan tidak selalu berarti bukanlah kelemahan. Tak jarang ketakutan justru menjadikan seseorang menjadi kuat. Hal ini bahkan bisa dialami oleh makhluk yang selama ini masih sering diberi stigma "makhluk lemah"
Tidak tersedia versi lain