Text
Mengawal Demokratisasi Media: Menolak Konsentrasi, Membangun Keberagaman
Demokratisasi juga akan membuka peluang seluas-luasnya bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan media. Media merupakan tempat interaksi dan partisipasi masyarakat da- lam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Demokratisasi media akan menjamin dan menegakkan kebebasan berekspresi, berbicara, dan kemerdekaan pers. Nyatanya, proses demokratisasi media tidak semudah yang diucapkan. Proses ini membuka peluang sekaligus tantangan.
Seluruh artikel dalam buku ini merupakan perjalanan demokratisasi media di Indonesia. Masyarakat sipil di- harapkan memberikan kontrol dan memainkan peran yang besar dalam menjaga dan mengawal perjalanan demokratisasi media ke arah yang tepat.
Dunia telah menunjukkan bahwa media merupakan entitas paling kuat di dunia, karena media mengendalikan pikiran masyarakat melalui informasi dan pengetahuan yang disampaikannya. Gagasan, perilaku, dan kebijakan para pemimpin negara pun tersampaikan ke masyarakat melalui media massa. Media massa satu-satunya pilar demokrasi yang hadir setiap saat ke rumah-rumah, bahkan di ruang paling privat di rumah-rumah warga negara.
(Pratikno, Rektor Universitas Gadjah Mada)
Walaupun sistem media Indonesia sudah relatif demokratis, namun bukan berarti tanpa masalah. Penelitian saya pada tahun 2012 menemukan bahwa selain aspek kepemilikan yang terpusat, sejumlah masalah krusial lain masih ada terkait kebebasan berorganisasi jurnalis di tempat kerja, peningkatan jumlah kekerasan terhadap jurnalis empat tahun terakhir, serta kesejahteraan jurnalis yang tidak sebanding dengan peningkatan tren volume bisnis media sejak 1999.
(R. Kristiawan, Manajer Program Media dan Informasi Yayasan Tifa, salah satu penggagas KiDP)
Tidak tersedia versi lain