Si Bahlul di zamannya dicap sebagai orang yang bodoh karena memiliki tingkah yang aneh dan cara pandang yang berbeda dari kebanyakan orang, la dihina, dipukul, dilempar, dan sebagainya. Namun, Bahlul selalu tersenyum dan berdoa menghadapinya. la bergumam, "Bagaimana mungkin orang yang dipenuhi Tuhan akan mengeluhkan sesuatu?" Bahkan ketika la hendak dihukum karena dituduh membunuh, ia tetap ikh…